Tutup Iklan
Tangerang Raya

GMNI Tangsel Kecam Tindakan Intoleransi di Kota Tangerang Selatan

52
×

GMNI Tangsel Kecam Tindakan Intoleransi di Kota Tangerang Selatan

Sebarkan artikel ini

Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan sikap terkait peristiwa pembubaran Ibadah Rosario yang terjadi pada Minggu, 5 Mei 2024 di daerah Ampera Poncol, Babakan, Setu, Kota Tangerang Selatan. Selasa (7/5/2024).

Lima belas Mahasiswa Universitas Pamulang asal Nusa Tenggara Timur yang sedang melakukan Ibadah Rosario di salah satu Kontrakan milik mahasiswa itu, mengalami tanggapan yang kurang baik dari warga setempat.

Menanggapi kejadian ini, GMNI Tangsel menyatakan hal itu menjadi bukti bahwa keberagaman Umat Beragama di Kota Tangsel Masih harus di pertanyakan akibat adanya Oknum-oknum dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan Keterangan Saksi saudari Neldys mengatakan, kegiatan doa dilakukan sebanyak lima belas orang pada hari Minggu (5/5/2024). Kericuhan terjadi disaat ibadah berlangsung,

“Ketua RT lingkungan setempat bersama warga sekitar membubarkan ibadah itu dengan cara yang tidak manusiawi dan terlihat juga beberapa warga membawa senjata tajam dan menyebabkan dua korban luka dikepala dan dilengan.” Ungkap Neldys

Melihat Kejadian tersebut, Kriston, Ketua Umum GMNI Kota Tangsel mengecam keras kejadian itu lantaran tidak sesuai dengan motto Kota Tangsel.

“Sebab atas kejadian tersebut menandakan hilangnya Toleransi Umat beragama di Kota Tangerang Selatan yang memiliki Motto “Cerdas Modern dan Religius”.” ujar Kriston Ketua GMNI.

GMNI Kota Tangerang Selatan Menuntut Keras kepada Kapolres Kota Tangerang Selatan agar bertindak secara tegas dalam menumpas Kasus Intoleransi seperti ini, pelaku dihukum seberat-beratnya dalam proses hukum pidana.

Tak luput juga, mereka menuntut kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangerang Selatan untuk turun tangan menanggulangi permasalahan Intoleransi seperti ini.

“Seharusnya masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai wawasan kebangsaan, nilai-nilai toleransi, dan kerukunan berwarga negara.” Kata Kriston

“GMNI Kota Tangerang Selatan sebagai organisasi nasionalis soekarnois berharap tidak terulang kembali kejadian seperti ini.” Tambahnya

Kejadian yang seketika ramai di medsos itu, dianggap jauh dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(Dicky)